Menggambar

6 comments

Hola blog, rumah untukku pulang

Pada akhirnya, setelah banyak bermain kesana kemari, dengan hingar bingar dan keriuhannya yang meletihkan, blog adalah sebuah rumah yang menenangkan, tempat istirahat, menjadi diri sendiri dengan pakaian rumahan yang menyamankan. Mungkin ada satu-dua chat atau tegur sapa dari tetangga, tapi kesantunan dan bahasanya terasa lebih menyejukkan.


Halo blogku, dan halo kamu yang suka sesekali berkunjung kesini. terima kasih untuk selalu ada. hehehe.. Meski terkadang jarang ada di 'rumah' (blog) ini, tapi aku tidak akan pernah lupa jalan pulang dan kapan waktunya untuk pulang ke rumah ini.


Dan kali ini aku mau sekadar update foto-foto yang sebetulnya sudah aku bagi di jejaring Instagram, tapi ga apa-apa, kan disini mah belum.


Kakakku (kali ini) menggambar

Jadi, terakhir aku berkunjung ke Mamah di Malangbong, Garut, akupun nyempetin main ke rumah kakak ketiga yg umurnya paling dekat denganku. Currently, ia sedang menekuni kegiatan gambar menggambar.

Nah, ini tuh adalah kakak yg sama yg sebelumnya pernah aku ceritakan suka bebikinan amigurumi (crochet yang membuat boneka anime figure), si Amiguruminya 'sepertinya' udahan, mulai beralih menekuni gambar-menggambar.

And she's doing it so fine, gambarnya baguss, dan aku sangat tertarik untuk memotret tools-tools yang ada di mejanya. Mohon jangan bayangkan studio satu ruang lega dengan canvas dan cat berserakan disana-sini ya, belum sampai segitu levelnya. Masih pemula yang hanya ada alat menggambar yang warna-warni dan kertas-kertas saja. Dan sekarang udah mulai mencoba menggambar secara digital juga.


















Ah, kenapa ya rasanya berbeda setiap habis update blog dibandingkan update postingan instagram, haha.. disini lebih fulfilling dan melegakan. I don't know why.. tapi mungkin cuma perasaanku seorang saja. Atau mungkin cuma karena lagi kangen aja di blog dan kebetulan lagi lelah bersosmed Instagram.


But anyway, setelah melihat kakakku yang tinggal di Malangbong, dekat dengan mamah, hidup biasa-biasa saja, bisa menekuni hobi dengan baik. Akupun akhir-akhir ini suka kepikiran...

Apakah mungkin sebaiknya aku punya pekerjaan kantoran yg monoton dan terkesan 'membosankan' sehingga masih ada sisa tenaga dan pikiran yang cukup banyak untuk dicurahkan ke hobi seperti fotografi atau apapun, yang jadinya seimbang whatsocalled 'work-life balance'.



TAPIII... meski aku beneran berharap seperti itu, di usiaku sekarang, sangat kecil kemungkinan ada perusahaan yang mau menerimaku jadi pegawai kantoran yang biasa-biasa saja. 

At the end of the day, keadaan akan memaksaku memilih sesuatu yang mungkin tidak menyamankanku, tapi kuharap bisa membuatku jadi lebih baik lagi, ga gini terus.


Anyway, how are you?! lagi sibuk apaa?? 

Next PostNewer Post Previous PostOlder Post Home

6 comments:

  1. Gambar kakakmu baguuuus Dy 👍. Kalian memang keluarga seni kayaknya yaa 😄. Kamu juga bagus di bidang seni foto.

    Kalo masalah menggeluti hobi, susah sih yaa, beneran bisa menikmati , tapi juga income terpenuhi. Jarang banget orang bisa beneran terjun 100% sambil mengerjakan hobi. Ada, tapi ga banyak. Aku sendiri dulu kerja yg bertolak belakang Ama passion. Ga ada pilihan, Krn kalo fokus di passion, income-nya juga kurang 😅

    Tapi apapun, lakuin yg menurutmu terbaik aja Dy. Kalo memang hrs terjun di kantoran, demi bisa tetep menikmati hobi, bagus juga. Tapi seandainya jalan kesana agak terhalang Krn masalah usia, mau ga mau hrs kreatif menggunakan skill yg kamu punya skr 😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha... padahal bapakku itu guru, mamah hanya ibu rumah tangga (yg pinter soal keuangan), tapi emang beneran pada akhirnya semua anaknya di dunia 'seni'

      4 bersaudara: kakak pertama sejak SMA emang ngambil kejuruan seni sampai akhirnya lulus di IKIP Bdg (sekarang UPI) jurusan seni juga, tapi tetap.. mengikuti jejak bapak jadi guru, guru seni rupa, hehe...

      kakak kedua juga mengikuti jejak yg pertama, tapi ga kuliah, malah menggeluti dunia memasak. Kini di rumah aja jadi pengusaha rumahan.

      yg ketiga, yaa yg ada di blog ini; dan kakakku yg ini yang selalu aku ikuti, dari zaman awal ngeblog, itu karena aku ngikutin kakak ini, sampe sekarang, kita punya jalan berbeda. Aku stick di fotografi, dan kakakku ini eksplor terus dari merajut hingga sekarang menggambar.

      iya nih kak, sepertinya aku harus mulai menerima bahwa mungkin realitanya adalah aku harus memperdayakan skill yang kupunya. entah itu senada dengan hobi (fotografi) atau enggapun juga hayu. yg penting survive dgn cara yang halal.

      Makasih kak Fan!

      Delete
  2. Setuju sama mba Fan kalau kalian keluarga nyeni dan Estetik... Btw I like the pose!! Aliran tubuhnya terliat fleksibell,, Aku belum bisa gambar yg begitu, ndak terlalu mahir.. Jarang sbnernya praktek soal fundamental anatomi... Paling hanya wajah saja itupun hanya yang aku sukaaa 🤗 Sekrang nggak tahu kaya lagi nggak mood gambar, nggak mood medsos, nggak mood baca, nggak mood ngeblog... Lagi moody, tapi nggak tahu mikirin apa Jadi di rumah kalau lagi nggak kerja, paling waktunya habis buat jalan-jalan motoran, workout dikit-dikit, duduk depan rumah, nyabutin rumput, motongin daun, terus lanjut gegoleran sambil nonton. wkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sepertinya mas Bayu lagi ada di tahap "sudah saatnya lebih mindful dan meromantisasi hal-hal simpel di keseharian seperti melamun menikmati angin sepoi dan daun yang bergoyang.. which is sebetulnya hal itu yang kebanyakan manusia sekarang butuhkan.

      hari ini adalah era dimana "melamun dan merasa bosan, ga mikirin hape adalah kemewahan"

      ayo gambarin tokoh frieren, mas bayu!

      Delete
  3. buset dari pensil aja bisa bagus gitu ya
    apa daya saya yang otak seninya tidak berkembang
    dulu pernah belajar bikin salah satu karakter
    tapi gagal total
    emang tidak berkembang otak seni saya

    ReplyDelete
  4. Ni motret sudah pakai 5D Mark ii atau belum yah.. hahaha baca baca ada yang sudah mendapatkan kamera impian.. :-D

    ReplyDelete

blogging itu kadang rasanya kriik..kriiik.. tapi dengan adanya komen, even just one short saying, will mean the world! really!