Kalo dibandingkan penantian (sekitar) 14 tahun, mungkin nunggu beberapa bulan lagi ga kan jadi masalah, ya... Tapi rasa gereget yg menggelora karena tinggal satu langkah tool lagi membuatku jadi ga sesabar itu lagi haha..

Tapi yaudah lah ya, sabarin aja...

Ps:
Ternyata kekuatan kata-kata dan sedikit mengumbar keinginan disini tuh ada pengaruhnya juga ya. Tapi.. mungkin memang udah saatnya aja.
😆😁😃😎

first capture with it.

Hola blog, rumah untukku pulang

Pada akhirnya, setelah banyak bermain kesana kemari, dengan hingar bingar dan keriuhannya yang meletihkan, blog adalah sebuah rumah yang menenangkan, tempat istirahat, menjadi diri sendiri dengan pakaian rumahan yang menyamankan. Mungkin ada satu-dua chat atau tegur sapa dari tetangga, tapi kesantunan dan bahasanya terasa lebih menyejukkan.


Halo blogku, dan halo kamu yang suka sesekali berkunjung kesini. terima kasih untuk selalu ada. hehehe.. Meski terkadang jarang ada di 'rumah' (blog) ini, tapi aku tidak akan pernah lupa jalan pulang dan kapan waktunya untuk pulang ke rumah ini.


Dan kali ini aku mau sekadar update foto-foto yang sebetulnya sudah aku bagi di jejaring Instagram, tapi ga apa-apa, kan disini mah belum.


Kakakku (kali ini) menggambar

Jadi, terakhir aku berkunjung ke Mamah di Malangbong, Garut, akupun nyempetin main ke rumah kakak ketiga yg umurnya paling dekat denganku. Currently, ia sedang menekuni kegiatan gambar menggambar.

Nah, ini tuh adalah kakak yg sama yg sebelumnya pernah aku ceritakan suka bebikinan amigurumi (crochet yang membuat boneka anime figure), si Amiguruminya 'sepertinya' udahan, mulai beralih menekuni gambar-menggambar.

And she's doing it so fine, gambarnya baguss, dan aku sangat tertarik untuk memotret tools-tools yang ada di mejanya. Mohon jangan bayangkan studio satu ruang lega dengan canvas dan cat berserakan disana-sini ya, belum sampai segitu levelnya. Masih pemula yang hanya ada alat menggambar yang warna-warni dan kertas-kertas saja. Dan sekarang udah mulai mencoba menggambar secara digital juga.


















Ah, kenapa ya rasanya berbeda setiap habis update blog dibandingkan update postingan instagram, haha.. disini lebih fulfilling dan melegakan. I don't know why.. tapi mungkin cuma perasaanku seorang saja. Atau mungkin cuma karena lagi kangen aja di blog dan kebetulan lagi lelah bersosmed Instagram.


But anyway, setelah melihat kakakku yang tinggal di Malangbong, dekat dengan mamah, hidup biasa-biasa saja, bisa menekuni hobi dengan baik. Akupun akhir-akhir ini suka kepikiran...

Apakah mungkin sebaiknya aku punya pekerjaan kantoran yg monoton dan terkesan 'membosankan' sehingga masih ada sisa tenaga dan pikiran yang cukup banyak untuk dicurahkan ke hobi seperti fotografi atau apapun, yang jadinya seimbang whatsocalled 'work-life balance'.



TAPIII... meski aku beneran berharap seperti itu, di usiaku sekarang, sangat kecil kemungkinan ada perusahaan yang mau menerimaku jadi pegawai kantoran yang biasa-biasa saja. 

At the end of the day, keadaan akan memaksaku memilih sesuatu yang mungkin tidak menyamankanku, tapi kuharap bisa membuatku jadi lebih baik lagi, ga gini terus.


Anyway, how are you?! lagi sibuk apaa?? 

Tertemukan karena di review oleh salah satu platform home living yang kuikuti,
Rumah utara langsung membuatku terkesima
dengan desainnya yang cenderung maksimalis
tapi tetap rapi dan sangat hidup.




Ditambah, pemiliknya yg adalah salah satu persona online yang sebelumnya sudah kuikuti di twitter dan berlanjut ke Instagram, juga berdomisili Bandung, makin ingin berkunjung dan melihatnya langsung. Alhamdulillah, ga lama berselang, kesempatan itu datang juga. How lucky i am!

Ada beberapa hal yang menjadi highlight dari kunjunganku ke rumah dengan jendela besar menghadap matahari pagi yang dihuni pasangan keren dengan tiga krucil, 
ekor anabul dan kawanan ayamnya bernama rumah utara ini; Koleksi buku, dapur & kopi, dan tangga mezanin.




Teras Rumah

Pas dateng, aku langsung disuguhi dengan teras bertegel warna-warni yg belum apa-apa udah berhasil ngasih kesan rumah yang fun, colorful dan ceria.







Koleksi Buku

Karena pasangan pemilik rumah ini masing-masing adalah pembaca buku yang keren, nampaknya keduanya punya koleksi buku bacaannya sendiri-sendiri. Tentu saja, pas aku berkunjung, ga serta merta melihat semua judul buku yang ada disitu, tapi sekilas..

- Koleksi buku bapak pemimpin rumah ini lebih kayak buku jurnalistik dan sastra (CMIIW)
- Koleksi ibu negara nya, nah mungkin ini lebih dekat dengan selera bacaanku, karena ada bukunya Dee, buku anak karangannya ibu Reda, Harry Potter, Negeri 5 menara dan lain-lain. 



di bawah tangga mezanin dijadikan meja bebikinan dan temboknya ditempelin beberapa hasilnya.


nah, ini beberapa koleksi bukunya pak Ery.


sudut ruang pak Ery untuk bekerja

Nah kalo ini salah satu koleksi buku-bukunya bu Ajeng, Aroma karsa buku epic!



beberapa karya gambar dan foto-foto keluarga yang ditempel di dinding





Dapur & Kopi

Katanya, dapur adalah salah satu ruang favorit keluarga, ga hanya sekadar untuk memasak, tapi dapur ini lebih dihidupkan menjadi tempat makan dan menjamu teman-temannya yang bertamu ke rumah. Akupun sangat betah berada di dapur rumah utara ini, meja minibarnya jadi kayak ngedatengin kafe slow bar.


meski karena keramahtamahan tuan rumah, tapi terkadang aku merasa ga enak karena dijamu begitu baiknya, dimasakin dan dibuatkan kopi yang bijinya asli dari kebun kopinya sendiri


salah satu sudut di dapur, ada papan tulis yang bisa dipakai buat nulis apapun sesuai kebutuhan. Coba tebak, kalo dilihat dari tulisannya, biasanya dipakai buat apa?

mug handmade-nya menarik semua, menjadikan pengalaman minum kopi jadi lebih WAW!








Tangga Mezanin

Alih-alih rumah dua lantai dengan gaya 'biasa', rumah utara ini memutuskan untuk membuat rumah yang tinggi tapi tetap ada 'lantai 2' dengan tangga mezanin. Pokoknya kayak yang sering aku lihat di pinterest, hehe... Jadi, mau ga mau, tangga mezanin ini jadi salah satu highlight bahkan bisa jadi icon rumah karena paling sering terlihat, apalagi pas tamu masuk ke rumah.


biar lebih hidup, ada tanaman hidupnya juga dong. Disimpan di setiap anak tangga mezanin, daun-daunnya menjuntai kebawah, again.. kayak di pinterest, hehe


nah, inilah jendela besar yang kalo pagi, sinar matahari sangat leluasa untuk menghangatkan ruang rumah.

Mungkin inilah angle iconic kalo mau foto-foto rumah yang menarik ini.



And the rest of it

Ga hanya di dalam, di luarnya juga menarik atuh lah euy...


pohon bambu dan salah satu anabul

dapur tampak dari luar.

anabul yg sama (atau beda lagi ya?)

Penampakan ruang tamu, terlihat juga sepeda-sepeda




Eits, Jangan kemana-mana dulu, belum beres nih!

Aku juga sempet sedikit interview sama teh Ajeng soal rumah utara dan lainnya biar blog post ini lebih 'berbobot' dan ga hanya share foto aja, ya semoga lebih menarik dan bisa ngasih insight.





Boleh sedikit perkenalan diri, siapa itu Ajeng sekar?

Paling susah nih kalau disuruh mendefiniskan diri sendiri, karena terlalu banyak labelnya hahaha.
Saya perempuan yang sekaligus istri, ibu dari 3 anak, kebetulan berstatus juga sebagai pegawai.

 

Dilihat dari bio twitter dan instagramnya, nampaknya Ajeng sekar ini adalah seseorang yg suka melakukan banyak hal, terutama hal-hal kreatif seperti menggambar, crafting, dan skrng beternak. kenapa? ga cape?

 Sejujurnya saya memang suka berkegiatan, dan suka belajar hal baru. Sebenarnya lebih untuk memelihara perasaan happy.
Misalnya menjahit, saya happy banget kalau bisa bikin pouch, tas, atau bikin mukena buat anak-anak, seneng deh. Nah si perasaan itu yang saya "jagain" supaya tetap ada.
Jadinya ya saya cari terus sumbernya.. lewat bikin-bikin, lewat menggambar, lewat interaksi sama makhluk hidup lain..
sederhana sebenernya tapi ketika saya happy sama hal-hal sederhana, hal-hal lain juga ngikutin.



Bicara tentang rumah utara, dari interiornya, sangat terlihat kalo rumah utara ini lebih bergaya maksimalis dimana semua barang diperlihatkan, tapi ga terlihat berantakan. apakah ini sesuatu yg disengaja karena ingin mencerminkan karakter pemiliknya yg memang aktif, punya banyak aktifitas dan kreatif atau justru ga sengaja?

Gayanya rumah utara apa yaa.. dari awal tuh sebenernya gak di-declare, konsepnya A atau B. Engga, gak ada konsepnya.
Kami menyesuaikan kebutuhan aja. Seperti kenapa dapur dibuat sebagai common room? karena di tempat tinggal kami sebelumnya, dapur berada di belakang dan terpisah dari ruangan lain, jadi saat masak atau berkegiatan di dapur saya merasa sendirian dan itu gak enak.
Akhirnya saat bangun rumah utara, dapur dibikin jadi ruangan yang "hidup". Begitu juga dengan lantai 2 yang sengaja dibuat terbuka, supaya dimanapun aktifitas yang dilakukan anggota keluarga kami tetap bisa interaksi..
sesederhana itu sebenernya kebutuhannya, lalu diwujudukan dalam bentuk bangunan rumah.

 

Kalo di rumah, aktifitas apa yg jd favorit Ajeng dan seluruh anggota keluarga?

Rumah utara punya 1 ruang besar yang jadi pusat aktifitas, biasanya kalau pas libur, atau habis magrib setelah semua selesai berkegiatan kami ngumpul di ruang depan. Ngobrol, main board game, mengerjakan tugas sekolah, atau diem-dieman tapi duduk dempet-dempetan karena dapat jatah screentime. Kami seperti keluarga pada umumnya kok.


Ruang mana di rumah yg jd favorit?

Ruang yang jadi favorit hampir semuanya, tapi karena saya suka banget tidur, saya suka kamar anak-anak karena ademm dan enak banget buat istirahat.


Demikianlah sesi tanya jawabnya, maaf... karena jarang tanya-tanya yg dimaksudkan buat jadi konten blog seperti ini, kayaknya pertanyaannya kurang banyak (karena belum kepikiran, hoho.. mesti belajar lagi)  Tapi apapun itu, semoga foto-foto dan jawaban-jawabannya bisa ngasih insight buat kamu yang ingin punya atau udah punya rumah.



Terimakasih Teh ajeng, a Ery dan anak-anak karena sudah meluangkan waktu dan mau direpotin olehku bertamu kesitu. Semoga suka dengan blog post ini ya.

Anyway, buat yg penasaran pengen mengenal pasangan keren ini, boleh intipin sosmed Instagram mereka aja ya.

@_rumahutara
@Ajengsekar
@Meb



Previous PostOlder Posts Home