Kamis, 26 Oktober 2017

Photo That Makes You Happy

Itulah kenapa blog walking atau membaca adalah sesuatu yang penting, tadinya saya super blank mau nulis apa untuk blog hari ini, tapi setelah blog walking ke blognya Eric Kim (buat yang engga tau, Eric Kim adalah salah satu street photographer yang kece dan aktif sekali di media sosial) lalu menemukan artikel yang bagus berjudul "your picture are for you".


Dari judulnya saja sudah bisa dimengerti maksudnya apa, dan ya memang begitulah fotografi.
Beberapa kali saya pernah singgung entah di twitter atau instagram bahwa fotografi atau dalam hal ini adalah foto adalah sesuatu yang sangat personal.

Eric Kim menyinggung dalam blog post-nya kurang lebih bahwa cara orang melihat atau menikmati seni pada umumnya atau foto khususnya pasti berbeda-beda karena kita mengalami kehidupan itu sendiri dengan cara yang berbeda satu sama lain

Dia menganalogikan hal ini dengan contoh kasus yaitu seseorang yang mencoba menjelaskan musik yang didengarnya kepada orang yang tuli. Segimanapun usahanya untuk menjelaskan soal keindahan musiknya, pasti tidak akan masuk karena orang tuli tidak bisa mendengarkan suara apalagi musik.

 Jadi, ketika kita mengerti hal ini, langkah berikutnya yang harus dimengerti adalah bahwa sebaiknya apapun yang kita potret adalah sesuatu yang memang kita sendiri yang menyukainya, kita sendiri yang senang melihatnya.
Atau mungkin bisa membuat sesuatu yang bisa mengesankan segelintir orang yang memang sangat kamu dengarkan responnya.

Eric juga menyinggung pada paragraf terakhir blognya untuk menjadi seorang fotografer yang genuine atau orisinil. Secara kalimat, sebetulnya saya kurang setuju dengan hal orisinalitas karena pada zaman sekarang ini, orisinil adalah sesuatu yang langka bahkan rancu. Kita ada pada ujung zaman yang mana hanya bisa edit, mixing, atau memoles sesuatu yang sudah ada menjadi 'kekinian'.
Tapi maksud dari kalimat genuine disini balik lagi bahwa foto yang kita bikin itu haruslah bisa membuat diri kita sendiri senang bahkan mengesankan.

Intinya, pada akhirnya adalah kita jangan terlalu takut untuk menjadi mirip karya seseorang atau tanpa sengaja mengikutinya, yang paling pertama yang jadi landasan adalah menyenangkan diri sendiri. Keasyikan dalam berkarya apalagi yang terlihat sangat passionate itu menular kok. Terasa.

And i try to be one. Well, at least i try.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar

feel free to write and comment