Hope

Didepan toko itu, gerobak panggul kecil ala tahun 90an, beliau memarkirkan gerobaknya. Jajanan aku waktu kecil, bentuknya setengah lingkaran, persis seperti huruf kapital dari d.

Rambut dominasi putih uban dan kulit wajah yang keriput hitam berhiaskan sejumput kumis putih diatas bibirnya yang kering. Dengan kerennya, beliau memakai topi untuk menghindari panas terik. Beliau menjajakan dagangannya seperti yang tidak punya harapan tinggi, mungkin harapannya hanya ingin dagangannya habis untuk hari ini, tapi terlihat bahwa hal itu jarang terjadi.

Aku pun melangkahkan kaki mendekati beliau, aku kangen dengan jajanan itu. Jajanan waktu aku SD. "pak, berapa satunya?" tanya saya, "lima ratus dek." jawab beliau memasang muka lebih berseri dari sebelumnya. "hmm.. saya beli 6 saja ya pak" balas saya, "oh iya." lalu beliau menyiapkan 6 potong cemilan tersebut. "Aduh dek, ga ada keresek, pake kertas koran aja ya" kata beliau dengan muka bingung dan agak bersalah, "iya pak, ga apa-apa" jawabku dengan senyum berharap dapat menghilangkan raut bingung dari mukanya.

"Makasih ya pak, masih panas dan nampaknya enak!" senyumku.

Lalu akupun pergi meninggalkan tempat tersebut, beliau tetap bergeming dan berdiam ditempat itu, masih setia menunggu barangkali ada yang akan beli barang dagangannya lagi dan terus berharap.

Dengan segala kondisinya, beliau terus berharap. pengharapan yang kecil buat sebagian orang tapi besar untuk beliau. Mungkin harapan adalah satu-satunya hal yang terus membuatnya hidup dan berusaha hingga waktu berhenti untuknya.

Aku, masih muda dan kuat. Mempunyai banyak potensi dan masa depan, masih saja merengek dan berlaga frustasi tentang pengharapan yang terlalu tinggi dan susah diraih, serta mengabaikan harapan-harapan kecil yang mungkin perlu untuk diwujudkan.

Sedangkan beliau, dengan satu harapan kecilnya namun terus berusaha walaupun badan mulai remuk dan renta. Harapan sederhana dan jelas bisa jadi adalah bahan bakar semangat hidup yang tinggi.


Aku, kamu serta kalian yang masih muda, mari kita bermimpi. mari kita berharap. Selama waktu berjalan untuk kita, harapan itu pasti selalu ada untuk digapai dan dipeluk.

Oh iya, omong-omong. Jenis jajanan yang dijajakan pak tua itu adalah bandros. enak, pengin beli lagi. :D

Semangat!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

feel free to write and comment