mendengar didengar

 
Dan gedit memberikan semuanya pada kita.

Saya lebih suka dan mudah untuk menulis apapun ditwitter. entah kenapa tapi jika di twitter,seolah-oleh saya hendak berbicara dengan siapapun yang sedang 'mendengarkan' saya di timeline dan itu menyenangkan.

Di dunia nyata, saya lebih suka untuk berdiam diri dan lebih ingin mendengarkan saja. tapi adalah sifat dasar manusia untuk ingin diketahui keberadaannya dan dihargai. oleh karena itu, saya pun tidak luput dari perasaan itu didunia nyata. ingin dihargai dan didengarkan.

Tapi pikiran berbicara lain, dan mungkin begitu pula dengan yang dikatakan oleh karakter saya saat ini, yaitu lebih ingin memposisikan diri untuk menjadi pendengar yang baik aja instead of menjadi pembicara yang gagap,hehe..
 
Detik ini, di rumah orangtua saya di Malangbong Garut yang sedang ramai karena seluruh anggota keluarga lagi ada, memeriahkan rumah ini. dengan beberapa kamar yang tersedia yang biasanya bisa saya pilih sebebasnya untuk tidur dimana saja yang saya inginkan. Tapi tidak malam ini, semua kamar sudah ada label "isi!do not disturb!!" dan walhasil, sayapun memilih untuk berdiam sejenak diruang tengah, TV menyala tapi tidak saya tonton.

TV menyala tapi ga saya tonton adalah pernyataan bahwa saya bukanlah orang yang ramah akan energi dan boros tetapi tetap menyerukan kalimat-kalimat penyeru ala green peace di twitter. ya, seperti orang kebanyakan. :)

akhirnya, daripada TV ga ditonton dan laptop menyala dibiarkan, mending saya browsing apapun link yang spontan terbersit diotak dan TV tetap saya biarkan menyala tanpa ditonton. kata apapun disini bukan berarti banyak karena yang saya pikirkan jika online hanyalah beberapa link saja. Seperti twitter, google dan facebook dan sekali-kali kalau butuh sesuatu pasti ke kaskus.

Yes,i might be a twitter addict, cant-leave-google-ing, and hypocrite facebook user but still, saya adalah seorang manusia biasa yang lebih menyukai dunia nyata dan interaksi sosial langsung. but that doesn't make me won't do surfing or do social network at gadget karena sesungguhnya, intinya adalah keinginan interaksi sosial karena manusia adalah makhluk sosial yang tentunya, bersosial adalah kebutuhan basic kita.

Jadi, saya sekarang lebih cenderung untuk melakukan aksi "ingin didengarkan" melalui media sosial di internet macam twitter dan menjadi seorang "pendengar yang baik" di kehidupan nyata. i think it's fine for me so far dan semua bisa berubah seiring waktu dan lingkungan yang ga pernah diam.
 
Thanks all, no edit. so, kalo banyak kata atau kalimat yang ga enak dibaca atau rancu, benarkanlah dan semoga benang merahnya tetap utuh buat dianggukin :D
 
NB: foto diatas ga bermaksud untuk mengaitkan dengan isi postingan,cuman sekalian upload foto aja,hehe

3 komentar :

  1. hemmm kayanya judulnya sesuai sama apa yang lagi gue alamin sekarang bang.

    tp fotonya kayanya kurang mewakili tulisannya imho lohh yaaaa

    BalasHapus
  2. iya ya, sejak banyaknya yg pake situs2 social network, jadi terkesan mendekatkan yang jauh tapi juga menjauhkan yang dekat,,

    BalasHapus
  3. bener banget tuh. sekarang kalo kaya reunian juga malah bingung mau ngobrolin apa. org smuanya udh diliat akun dijejaring sosial. Bahkan kemaren pengalaman ke undangan bareng temen, naru sebentar ditinggal eh temen udh mojok aja sibuk sm bbnya dan dunia mayanya

    BalasHapus

feel free to write and comment