Sabtu, 15 Oktober 2011

Siapa "sebenarnya" yg kuat?

Hidup itu harus saling menghargai dan saling menghormati, katanya kalau kita menghargai orang lain maka orang lain akan menghargai kita juga tapi sepertinya saya tidak sepenuhnya setuju dengan pepatah itu.

Yang dipandang dan dirasakan dengan mata kepala dan mata hati ini adalah bahwa hukum rimba akan selalu berlaku bahkan bisa merubuhkan sistem saling menghargai itu. Apakah hukum rimba itu?katanya yang kuat, dialah yang selamat. Tentu maksud saya bukan dalam hal saling membunuh dan menghilangkan nyawa demi mengurangi saingan dan menjadi raja dalam ekosistem.  yang diserang disini adalah hati dan biasanya menyangkut harga diri juga.

Jaman dulu, pedang adalah senjata yang selalu diandalkan para prajurit sebelum senjata api dtemukan. Pedang itu tajam dan tentunya dengan sekali tebas atau sekali tusuk, lawan yang terkena akan luka parah. Nah kalau jaman sekarang, senjatanya adalah lidah. lidah selalu menari mengeluarkan kata demi kata.

Hati-hatilah dengan "pedang" itu. gunakan sebijak mungkin.
Disini saya tidak diposisikan sebagai seseorang yang selalu sakit hati dengan omongan orang lain karena memang saya tidak mudah untuk sakit hati, apalagi dengan candaan teman-teman.

Tapi...
Tapi justru karena sifat tidak mudah sakit hati itu, bahkan selalu saya respon dengan senyum lebar atau tawa yang membuat pandangan-pandangan lain yang tidak saya maksudkan untuk menjadi seperti itu.

Dalam pergaulan yang selama ini saya arungi, yang diam dan tidak mudah marah itu yang selalu jadi bahan candaan. Katanya, yang kuat itu yang melawan dan  kalau perlu, diselesaikan dengan adu jotos. no..no..it's not me, itu barbar dan saya anak sekolahan yang seharusnya berpendidikan.

Buat saya, orang yang kuat adalah orang yang bisa melawan hawa nafsunya sendiri, yang kuat adalah yang bisa  menguasai emosinya sendiri.

Kalimat itu yang selalu saya pegang dalam semua aspek kehidupan saya karena selama kita hidup, dimanapun itu, pasti selalu ada orang-orang "ugly dominant" dan yang seperti itu yang selalu saya diamkan. berteman, saya pasti sambut dengan senang hati, tapi kalau sudah memperlihatkan sifatnya yang "i know much than other's here" i will stand still, quite, tidak merespon bahkan lebih baik meninggalkannya dengan dunianya sendiri.

Saya hargai setiap sifat dan personality tiap orang, tiap teman. Tapi belum tentu mereka membacanya sebagai suatu bentuk sikap menghargai. bahkan mungkin saja mereka membaca sikap menghargai saya dengan suatu kelemahan yang menguatkan dominasi sifat dan sikapnya.

Well, ga ada manusia yang sempurna toh. saya juga pasti pernah membuat kesalahan pada orang lain, baik disengaja atau ga disengaja.

Konflik dengan masalah perbedaan sifat dan personality ini akan selalu terjadi, selalu! karena inilah warna kehidupan. inilah tantangan pergaulan dan hubungan sosial kita dengan sesama. inilah manusia dengan manusia.

Tetaplah jadi diri sendiri, terus koreksi diri dan semoga kita semua termasuk orang-orang yang lebih baik :)


1 komentar:

  1. hmm,,, sebenernya saya agak susah mencerna kata2 di atas, apa sebenarnya intinya?? hehe.. sepertinya definisi orang itu bermacam2, dan saya sangat setuju dengan definisi orang kuat menurut anda,,

    BalasHapus

feel free to write and comment