Sesungguhnya aku tidak merayakan bahkan memperingati hari lahirku, karena sebagai muslim, Rasulullah pun tidak pernah merayakannya sepanjang hidupnya. Tapi, hari lahir bisa dijadikan semacam reminder, at least untuk menghitung usia, juga sebagai momen refleksi bahwa jatah umur hidup didunia berkurang satu tahun lagi, dan setahun kemarin udah ngapain aja, is it good enough atau beneran hanya wasting time.
Lalu, kalopun ada sesuatu yang dirayakan, aku hanya ingin merayakan setiap harinya, setiap terbangun di pagi hari, bahwa Allah sekali lagi memberikan kesempatan padaku untuk bertaubat, menambah bekal untuk akhirat kelak, dan sekali lagi berusaha menjadi lebih baik daripada hari kemarin.
Sounds so old ya? hahaha...
Akupun ingin merayakan setiap harinya dengan lebih banyak memotret, mengabadikan momen, merekam dengan video, pokoknya ingin lebih into the moment, being fully aware of the now. Tidak kuatir tentang masa depan, atau bahkan terlalu lama bernostalgia dengan masa lalu.
Aku ingin bisa selalu mindful dengan hari ini, bersyukur untuk kehidupan dan kesempatan.
But anyway, betapapun aku menolak tentang menjadi sedikit lebih tua, umurku sekarang faktanya sudah 39, satu angka lagi menuju kepala 4.
Wow... time flies so fast, too fast. Really!
Tapi, beneran deh, fun fact-nya, diluar angka usia yang terus bertambah, di dalam mah... aku masih merasa seperti diriku ketika pertama kali masuk kelas karyawan, menjalani perkuliahan sambil bekerja.
Aku masih merasa seperti diriku yang pertama kali memegang bola basket dan menyukai permainannya, di SMP, kelas 1.
Akupun masih merasa seperti... anak mamih, si bungsu yang menjadi pesuruh ketiga kakakku tapi sekaligus disayang semuanya.
I really don't celebrate my birthday, bahkan aku sering berharap ga ada yang ingat ulang tahunku. Cukup aku aja yang menyadari dan menjadikannya sebagai momen refleksi tahunan. Tapi... ketika ucapan dan doa dari keluarga dan teman-teman baik tak terelakan, aku cuma bisa mengucapkan terima kasih dan mengamini semua doa baiknya, dan semoga setiap doa yang mereka panjatkan untukku, 2x lipat lebih baik untuk mereka sendiri.
---
Satu hal yang ingin aku utarakan di usia 39 ini.
Bahwa waktu itu sungguh berharga, priceless. Ia baik sekaligus kejam.
Baik karena kepada siapapun yang memiliki waktu, ia selalu memberi ruang "what you want to do today?".
Waktu pun adalah pelipur lara, karena betapapun besar badai yang kita alami dalam hidup, selama waktu terus berjalan, pada akhirnya akan berlalu, begitupun tentang kesenangan.
Tapi ia pun kejam, karena tanpa pandang bulu, ga pernah sekalipun mau menahan diri, memberi jeda, memberi kesempatan untuk menghela nafas.
Makanya, sekarang... aku lebih ingin menjadi yesman untuk setiap kesempatan yang 'why not', karena kalopun aku memilih hal yang salah dan tidak mengenakan untuk dijalani, waktu akan membawanya pergi, akupun akan mendapat pelajaran dan pengalaman.
Tapi, aku juga ingin menjadi seseorang yang bisa mengatakan tidak, demi mempertahankan yang sudah ada dan memberi ruang untuk kesempatan lain yang akan datang, yang lebih mendekatkanku kepada mimpi-mimpiku.
Di umur 39 ini, aku menyisakan dua mimpi. Pertama, memiliki rumah sendiri. Kedua, menjadi seorang fulltime freelance photographer dan menghidupi kehidupan darinya.
I really don't know if i can achieve it with my time left. Tapi selama ada waktu, mimpi itu tidak ada salahnya dipelihara agar tetap hidup dan diusahakan diwujudkan.
Terima kasih.
Being 39
Previous PostOlder Post
Home


0 comments:
Post a Comment
blogging itu kadang rasanya kriik..kriiik.. tapi dengan adanya komen, even just one short saying, will mean the world! really!