Sabtu, 10 Maret 2018

Something Real Around You

Setengah jam berlalu tanpa tahu mau nulis apa yang sesuai dengan fotonya. Blogwalking sana sini demi dapetin sejumput inspirasi dan ide tapi gak nemu. Aneh ya, biasanya kan flownya itu dari ide mau nyeritain apa trus dituangkan dan digambarkan melalui sebuah gambar, dalam hal ini adalah foto. But it happen the other way around for me. Mungkin ini yang selama ini bikin saya bingung, selama ini motret ngasal tanpa tahu persis kenapa motret objek tersebut.

Okelah, aku tulis aja lokasi motret dan alasan yang masih diingat kenapa motret ginian. hehe.
Jadi aku motret ini tepat didepan pizza hut-nya BIP, kebetulan lagi ga ada bazaar, jadi 'teras'nya BIP ini lagi kosong. Aku hari ini bukan anak Mall lagi, jadi alasan saya disitu karena lagi nunggu istri yang lagi dijalan menuju BIP, biasa weh mau ngedate, hihiw...
Ya daripada nunggu ga ngerjain apa-apa dan kebetulan bawa kamera (kamera selalu dibawa sih sebetulnya, just in case ada peristiwa didepan mata), jepret-jepret sambil duduk dah.

All i do there was just sit and wait, wait for my wife to come, wait for people passing through in front of me. Sebetulnya lumayan banyak jepret tapi banyak juga yang gagal karena missed focus, ya beginilah punya lens seadanya, andalan saya satu-satunya hanya lensa prime 50mm f1.8 yang udah duakali bongkar pasang dan yang kedua ga selamat, udah ga bisa autofocus dan ring focus tinggal setengahnya yang bisa dipake, jadi muter dikit langsung mentok, padahal seharusnya masih bisa muter focusnya (curcol biar ada yang ngasih endorse dari Canon, haha... kidding).

Untungnya ada beberapa foto yang kebetulan pas focus ke objek dan cukup menarik bagiku. Seperti foto diatas, hasilnya cocok menggambarkan relationship goal saya sama istri ketika tua nanti, masih jalan bareng, masih mesra, masih ketawa bareng untuk hal-hal simpel, seperti mereka.

Foto kedua, cukup untuk menggambarkan betapa stylish-nya anak muda Bandung and i'm proud of that culture.

Foto ketiga cuma motret kaki, that's all.

Foto terakhir sangat cocok untuk menggambarkan generasi menunduk hari ini. generasi menunduk yang mana ketika jalanpun tidak memperhatikan jalan tapi manteing layar smartphone masing-masing, lagi ngobrol juga gitu, kongkow-kongkow juga gitu, menunduk, dan sadly i am one of the generation.
Tapi dengan hobi fotografi street ini, kebiasaan untuk mantengin layar hape mau ga mau harus dikesampingkan karena aku dituntut untuk lebih bisa mengobservasi apapun yang ada di sekeliling. i think it's good for me. Karena dengan lebih peka terhadap sekitar, kita bisa lebih menghargai kehidupan itu sendiri, bisa juga memotivasi, menginspirasi, dan dibuat selalu bersyukur atas hidup yang dimiliki.

If it's better for me, i think it's for you too. Kadang mantengin smartphone juga penting, tapi itu seharusnya hanya kadang-kadang, There's something real around you that need to be connected with. Jangan cuma menunduk dan menunggu nabrak sesuatu yang tak disadari. Gitu.

Bye.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

feel free to write and comment