Jumat, 05 Januari 2018

Inconsistence Color Tone

Chapter 01
Part #5 / 05-01-2018
5/365

Entah apakah ini termasuk suatu masalah atau kewajaran yang pasti dialami setiap orang, tapi saya selalu mengalami inkonsistensi dalam memberikan warna atau tone pada sebuah foto.



Sejak pertama mengenal digital fotografi, saya gak pernah lepas dari yang namanya post processing alias proses editing setelah motret. Karena begitulah digital, perlu koreksi dan 'make up' warna agar membuatnya lebih enak dilihat.

Tapi saya termasuk orang yang malas dalam editing, saya hanya mencari preset gratisan lalu sekali klik dan fotopun jadi terlihat lebih menarik. Koreksi yang paling 'lumayan' buatku adalah edit untuk menghilangkan hal yang tidak perlu dalam sebuah foto. Selebihnya hanya sekitar koreksi warna, kecerahan dan sejenisnya.
Sejak pertama, cara saya dalam melihat setiap foto itu selalu berbeda-beda, hal itu berpengaruh dalam pemilihan tone yang kira-kira sesuai dengan karakter foto baik itu dari angle, komposisi, bahkan lighting-nya. 
Di satu sisi, saya ingin memiliki satu tone yang bisa menjadi ciri khas fotografi saya, konsisten menggunakannya dalam setiap foto-foto saya. Tapi disisi lain, mata saya percaya bahwa setiap foto itu seharusnya memiliki 'jodoh' tonalnya sendiri-sendiri. Oleh karena itu, sampai saat ini saya masih tidak bisa konsisten untuk menggunakan satu tone warna, 
Tapi, salahkah?

h u n t i n g   h a r i   i n i
Sudah masuk hari kelima dan so far sih biasa aja, tapi mulai terasa ketika stok foto baru sudah habis dan harus benar-benar menyempatkan diri jalan-jalan entah kemana hanya untuk hunting dan dapetin foto-foto baru. kali ini karena ga tahu harus kemana, ya ke Balai Kota Bandung aja lagi.

Tapi tahukah kamu, sesering apapun kamu pergi ke tempat yang sama, jika setiap kamu datengin tempat tersebut tapi dengan cara pandang yang berbeda, angle yang berbeda, waktu yang berbeda, mood yang berbeda dan banyak faktor lainnya, maka tempat sama tersebut akan selalu memberikan foto baru yang tidak 'itu-itu saja'. Jadi ya itulah pembenaran saya kali ini, hehe...

Pas nyampe tempat, langsung duduk di kursi taman sambil keluarin kamera, di depan lagi ada yang latihan bela diri, dan momen inilah yang kudapat.

waktu udah nunjukin jam 5 sore, mendung sehabis hujan. lalu kulihat ada seorang pria lagi duduk sendiri di pinggiran jalan, it's a good moment to capture that lonely feeling.

foto ini saya ambil secara spontan karena saya melihat ada yang kontras antara si pasangan dengan si sendirian. you know, si sendiri 'cemburu'.

It's just another snapshot because i like the aisle. ini jembatan penyebrangan Taman Balaikota - SD

ini juga snapshot hasil iseng, tidak terlalu meaningful. but if i have to give a title, it would be 'waiting'

Untuk tiga foto kebawah, semuanya sama, memotret refleksi air kolam dengan dinding kolam yang bergaris, a little add of people to make it a bit interesting



Wahai warga Bandung, ingatlah kalo buang sampah itu pada tempatnya.


Say no to traffic jam in Bandung :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

feel free to write and comment